Lestarikan Kekayaan Flora dan Fauna Hutan Rawa Gambut

Hutan rawa gambut merupakan suatu ekosistem yang unik dengan keanekaragaman flora dan fauna yang khas dan relatif tinggi. Di Sumatera, terdapat lebih dari 300 spesies flora yang dapat dijumpai di hutan rawa gambut. Namun dibalik itu, hutan rawa gambut merupakan suatu ekosistem yang fragile (rentan) yang berarti sangat mudah rusak dan sulit untuk mengembalikannya seperti keadaan semula.

Jenis flora yang mendiami hutan rawa gambut sangatlah khas, misalnya Kempas atau Bengeris Kompassia Malaccensis, Terentang Campnosperma spp, Bungur Lagerstroemia Speciosa, Meranti rawa Sorhea Pauciflora, Rengas Melanorrhoea Walichii, Nyatoh Palaquium spp, Bintangur Semua Callaphylum spp, Balangeran Shorea Balangeran, Jelutung rawa Dyera Lowii Ramin Gonystylus Bancanus, Pulai rawa Alstonia Pneumatophora, dan lain-lain. Semua jenis flora tersebut merupakan jenis flora yang hanya dapat tumbuh baik di tanah gambut. Dengan kata lain, jenis flora tersebut mempunyai kemungkinan kecil untuk bertahan hidup di jenis tanah lain selain gambut.

Selain itu, hutan rawa gambut juga memiliki jenis flora yang elok seperti Palem merah Cyrtoctachyslakka, Ara hantu Poikilospermum Suavolens, Palas Licuala Paludosa, Kantong semar Nephentes Mirabilis, Liran Pholidocarpus Sumatranus, Akar elang Uncaria Schlerophylla, Rasau Pandanus Helicopus dan Putat Barringtonia Racemosa

Adapun fauna yang terdapat di huran rawa gambut yang beberapa diantaranya dilindungi seperti harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), harimau dahan (Neofelis nebulosa), beruang madu (Helarctos malayanus), napu (Tragukus napu), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestrina) dan kokah (Presbytis melalophos). Ada juga berbagai jenis ikan seperti ikan gabus, lele, toman, silais, tapah, buju, patin, baung dan ikan arwana. Selain itu, ada juga reptil yang dilindungi seperti buaya sinyulong (Tomistoma Schlegelli) dan buaya muara (Crocodylus porosus).

lahan gambut riau

Namun, beberapa jenis flora dan fauna sekarang sudah langka dan terancam punah akibat ketidakseimbangan ekosistem dan habibatnya yang mulai terganggu oleh aktivitas manusia yang merusak lingkungan hutan rawa gambut. Seperti halnya kebakaran besar yang terjadi pada tahun 1997, 1998 dan 2015. Kebakaran hutan rawa gambut tidak hanya merugikan manusia, namun juga merugikan makhluk hidup yang hidup didalamnya. Kebakaran hutan rawa gambut menyebabkan hilangnya habitat flora dan fauna yang hanya bergantung hidup di hutan rawa gambut. Kebakaran hutan rawa gambut yang sudah menyebabkan tanah gambut menjadi rusak. Dalam kebakaran skala kecil, tanah gambut masih dapat pulih kembali. Sedangkan kebakaran dalam skala besar, kerusakan hutan rawa gambut akan berlangsung lebih lama dan butuh waktu yang lebih lama pula untuk dapat memulihkan kembali tanah gambut.

Selain itu, perkembangan penduduk dan kebutuhan yang tinggi memaksa masyarakat untuk pertanian lebih dominan. Namun, memanfaatkan lahan gambut untuk pertanian ternyata menimbulkan masalah lingkungan dan menyulitkan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Dengan kata lain, pengalihan fungsi hutan rawa gambut pasti akan diikuti dengan perubahan ekosistem yang sangat cepat dan ditandai dengan meningkatnya intensitas bahaya bagi manusia. Akibat kekeliruan teknologi pemanfaatan dan pemaksaan terhadap karakteristik gambut malah menimbulkan bahaya yang nyata. Pemanfaatan lahan gambut yang benar harus disertai dengan upaya menyesuaikan kondisi air lahan atau mengeringkan lahan dengan cara membuat saluran drainase atau kanal. Sedangkan untuk jenis gambut pantai di daerah pasang surut, pembuatan drainase atau kanal ditujukan untuk menyalurkan air ke bagian dalam (beberapa kilometer dari tepi sungai atau laut). Tanpa membuat saluran drainase atau kanal pada gambut pedalaman, dipastikan hanya jenis pohon asli setempat yang bisa tumbuh dalam kondisi jenuh air atau daerah yang dominan basah. Dibalik pembuatan drainase yang menyebabkan penurunan air tanah, maka terjadi perubahan suhu dan kelembaban di lapisan gambut dekat permukaan, sehingga mempercepat proses pelapukan dan permukaan gambut semakin menurun.

Wise Use of Peatland  mengatakan “Membiarkan lahan gambut untuk habitat flora/fauna” merupakan salah satu “Pemanfaatan gambut secara bijaksana”. Kesepakatan tersebut dipertegaskan dalam “International Symposium and Workshop and National Seminaron Restoration and Wise use of Tropical Peatland : Problems of Biodiversity, Fire, Poverty and Water Management, 20-24 September 2005 di Palangka Raya-Kalimantan Tengah.

Namun, Kita sebagai warga negara Indonesia wajib berpartisipasi dan berkontribusi untuk menjaga dan melindungi flora dan fauna di hutan rawa gambut.

Ada pepatah mengatakan ,

 “Lebih baik mencegah dari pada mengobati”

Artinya, lebih baik mencegah kerusakan hutan rawa gambut daripada memperbaiki tanah gambut yang sudah rusak.

Oleh karena itu, mari lestarikan flora dan fauna lahan gambut dengan cara melindungi gambut di Indonesia.

Bagaimana caranya lindungi lahan gambut?

Ayo bergabung dengan #pantaugambut

pantaugambut

Apa itu Pantau Gambut?

Pantau Gambut adalah wadah atau platform daring yang menyediakan akses terhadap informasi mengenai perkembangan kegiatan dan komitmen restorasi ekosistem gambut yang dilakukan oleh segenap pemangku kepentingan di Indonesia.

Apa tujuan dari Pantau Gambut?

Pantau Gambut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan gambut dalam konteks perlindungan lingkungan hidup, pengurangan emisi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan menggabungkan teknologi, data terbuka, dan jaringan masyarakat, masyarakat dapat memantau komitmen restorasi lahan gambut yang dilakukan oleh pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta pelaku usaha.Dengan menggabungkan teknologi, data, dan jaringan masyarakat, Pantau Gambut mempunyai empat perangkat utama yang secara bebas dapat diakses, yaitu:

mari lindungi gambut

 

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang? Kapan lagi?”

Sumber :

pantaugambut.id

www.mongabay.co.id

www.cifor.org

www.brg.go.id

 

Iklan

One thought on “Lestarikan Kekayaan Flora dan Fauna Hutan Rawa Gambut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s