KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA

  1. KERAJAAN KUTAI

Letak                                 : Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat Sungai Mahakam)

Sumber  Sejarah   :

  1. Prasasti Yupa (Tugu batu bertulis)

Ditemukan pada abad ke-5, ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta

Raja                         :

  1. Kudungga (pengaruh hindu belum masuk, pendiri, raja pertama)
  2. Aswawarman (Raja yang kuat dan cakap, sudah mendapat pengaruh Hindu, Dewa Ansuman (Matahari)
  3. Mulawarman (Raja terbesar yang mulia, dermawan dan jujur, kurban emas dan 20.000 sapi, Tempat sucinya dinamakan Waprakeswara) è mengalami KEJAYAAN

Bidang Sosial                    :

Kerajaan yang teratur menurut pola pemerintahan India, menerima unsur dari luar (India) lalu menerapkan pada tradisi

Bidang Ekonomi    :

Mata pencaharian pertanian, peternakan dan perdagangan. Letak di Jalur perdagangan internasional dari India melewati Selat Makassar, terus  ke Filipina dan sampai di  Cina.

 

Bidang Budaya                 :

Adanya Yupa, yang berasal dari zaman megalithikum masyarakat memeluk agama Siwa

  1. KERAJAAN TARUMANEGARA

Masa                                  : abad ke-5

Letak                                 : Dekat Desa Batutulis, Bekasi, Jawa Barat ( Di antara Sungai Cium dan Cisadane)

Sumber Sejarah    :

  1. Prasasti Tugu : di Kampung batu tumbuh, Desa Tugu, dekat Tanjungpriuk, Dituliskan dalam  lima baris tulisan  beraksara pallawa  dan  bahasa sanskerta. Berisi Raja Purnawarman memerintahkan untuk menggali Sungai Gomati-Sungai Candrabhago (11 km). Selamatan baginya dilakukan oleh brahmana dengan sembahan 1000 ekor sapi.
  2. Prasasti Ciaruteun : ditemukan di Kampung Muara,  Desa Ciaruteun Hilir, Cibungbulang, Bogor.  Prasasti dipahatkan dalam  empat  baris tulisan berakasara pallawa  dan bahasa sanskerta. Terdapat telapak kaki Raja Purnawarman.
  3. Prasasti Kebon Kopi : ditemukan di kampung Muara, Desa Ciaruteunr, Cibungbulang, Bogor. Dipahat dalam satu baris yang diapit oleh 2 pahatan telapak kaki gajah.
  4. Prasasti Muara Ciuteun : Terletak di  muara   Kali Cianten, Kampung Muara, Desa Ciaruteun Hilir, Cibungbulan, Bogor. Dipahatkan dalam bentuk “aksara” yang menyerupai sulur-sulsuran, dan oleh para ahli disebut aksara
  5. Prasasti Jambu ( Pasir Koleangkak) : Terletak di sebuah bukit (pasir) Koleangkak, Desa Parakan Muncang, Nanggung, Bogor. Dituliskan dalam dua baris tulisan dengan aksara pallawa dan bahasa   Berisi tentang Purnawarman yang gagah, mengagumkan dan jujur.
  6. Prasasti Lebak ( Cidanghiang ) : Terletak di tepi kali Cidanghiang, Desa Lebak, Munjul, Banten  Dituliskan dalam  dua  baris tulisan beraksara pallawa dan bahasa  sanskerta. Berisi Raja Purnawarman yang agung, berani dan perwira.
  7. Prasasti Pasir Awi : Terdapat bukit bernama Pasir Awi, di kawasan perbukitan   Desa  Sukamakmur,  Jonggol,  Bogor. Berisi gambar sepasang telapak kaki.

Masa Kejayaan     :

Purnawarman ( Raja yang gagah, berani, dan tegas)è(395 – 434M).

Raja                                   :

  1. Rajadirajaguru Jayasingawarman è 358 M
  2. Dharmayawarman è (382 – 395 M).
  3. Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanegaraè (395 – 434 M).

Bidang sosial                     :

teratur, terlihat dari kesejahteraan rakyat, memperhatikan kaum Brahmana karena penting untuk upacara keagamaan

Bidang ekonomi     :

pembuatan irigasi terusan sepanjang 6122 tombak, untuk mencegah banjir dan sebagai sarana perdagangan

Bidang budaya                 :

tingkat kebudayaan tinggi, dapat dilihat dari adanya prasasti – prasasti, berkembangnya kebudayaan tulis-menulis

  1. KERAJAAN KALINGGA (HOLING)

Masa                          : abad  ke-7 sampai abad ke-9

Letak                                 : Desa Keling ( Desa Purba), Jepara, Jawa Tengah

Sumber Sejarah    :

  1. Berita Cina : masa pemerintah  Dinasti Tong. di sebelah timur Kalingga ada Po-li (Bali sekarang), di sebelah barat Kalingga terdapat To-po-Teng (Sumatra). Sementara di sebelah  utara  Kalingga terdapat Chen-la  (Kamboja) dan sebelah  selatan  berbatasan dengan samudra
  2. Prasati Tuk Mas : ditemukan di Lereng Gunung Merbabu

Raja                                   :

Ratu Sima è 674 M. Ratu yang tegas, adil, jujur, bijaksana

Kemunduran          :

 Akibat Serangan Sriwijaya yang menguasai perdagangan . Serangan tersebut mengakibatkan pemerintahan Kijen pindah ke Jawa Timur dan mundur ke pedalaman Jawa tengah antara 742-755 M.

Bidang politik       :

       Semua rakyat patuh terhadap aturan yang berlaku. Jika ada yang melanggar akan dihukum walaupun itu keluarga kerajaan.

Bidang agama       :

       Agama yang dianut adalah Budha. Budha berkembang dengan cepat.

Bidang Ekonomi   :

       Mata pencahariannya penduduk adalah bertani, karena wilayah Kalingga subur untuk pertanian. Tapi, mereke juga melakukan perdagangan.

  1. KERAJAAN SRIWIJAYA

Kerajaan terbesar di Asia Tenggara

Letak                                                         : Palembang

The Imperium of Sriwijaya      :

Semenanjung Malaya, Singapura, Bangka, sebagian besar pulau Jawa dan Sumatra. Diperkuat penjagaan oleh Maritim AL

Sumber Sejarah                            :

  1. Prasasti Kedukan Bukit : ditemukan  di tepi Sungai Tatang, dekat Prasasti    ini    berangka    tahun     605 Saka (683 M).
  2. Prasasti Talang Tuo : ditemukan di sebelah barat Kota Palembang di daerah Talang T Prasasti ini berangka tahun    606   Saka   (684   M).
  3. Prasasti Telaga Batu : ditemukan di Palembang. Isinya terutama tentang kutukan- kutukan   yang  menakutkan bagi  mereka yang berbuat
  4. Prasasti Kota Kapur : ditemukan di Pulau Bangka, berangka tahun   608  Saka  (656 M).
  5. Prasasti Karang Berahi : ditemukan di Jambi, berangka tahun 608  saka (686 M)
  6. Prasasti Ligor : ditemukan 775 M di  Ligor,  Semenanjung  Melayu
  7. Prasasti Nalanda : ditemukan di India Timur
  8. Berita Cinaè sumber dari I-tsing

Raja Terkenal                               : Balaputeradewa, abad ke-9

Faktor Pendorong Perkembangan Sriwijaya :

  1. Letak geografis Palembang yang strategis di tepi pantai sebagai jalur perdagangan internasional.
  2. Runtuhnya Kerajaan Funan di Vietnam

Faktor yang mendorong kemunduran Sriwijaya :

  1. Letak Palembang yang tidak strategis lagi karena jauh dari pantai. Aliran sungai (Musi, Ogan, Komering) membawa lumpur sehingga tidak digunakan jalur perdagangan
  2. Banyak daerah yang melepaskan diri karena pengawasan yang sulit
  3. Mendapatkan serangan politik berkali-kali

1017 M        dan 1025 M    è Raja Rajendracola dari Colamandala

1275 M                                è Raja Kertanegara dari singasari melakukan ekspedisi

1377 M                                            è armada AL Majapahit

Perkembangan politik                  :

       Berkembang pada abad ke 7. Raja disebut Dapunta Hyang yang disebutkan dalam prasasti Kedukan Bukit dan Talang Tuo.

Daerah yang berhasil dikuasai :

  1. Tulang bawang di Lampung
  2. Daerah Kedah di pantai Barat Semenanjung Malaya. Menurut It-sing, penaklukan Sriwijaya atas kedah berlangsung 682-685
  3. Pulau Bangka, yang ada di pertemuan jalan perdagangan internasional yang dikuasai pada 686 M berdasarkan Prasasti Kota Kapur. Sriwijaya juga ingin menaklukan bhumi java (pulau jawa) khususnya jabar yang tidak setia kepada Sriwijaya.
  4. Jambi di tepi sungai Batanghari pada 686 M berdasarkan Karang Berahi
  5. Tanah Genting Kra : tanah genting utara Semenanjung Melayu pada 775 M berdasarkan Prasasti Ligor. Jarak antarapantai barat dan timur sangat dekat, sehingga pedagang Cina berlabuh dahulu di pantai timur membongkar barang dagangan untuk diangkut dengan pedati ke pantai barat, lalu berlayar ke India.
  6. Kerajaan Kalingga dan Mataram Kuno

Perkembangan Ekonomi :

       Awalnya hidup bertani, karena dekat sungai Musi, perdagangan berkembang dan perdagangan menjadi mata pencaharian pokok. Sriwijaya ada di persimpangann jalur perdagangan internasional sehingga dapat berkembang cepat, ramai dan pusat perdagangan. Perairan Asia Tenggara, Laut Natuna, Selat Malaka, Sundam Jawa berada di bawah kekuasaannya. Kapal yang singgah harus membayar pajak. Dalam bidang ekspor, Sriwijaya mengekspor gading, kulit, binatang liar. Barang impor : beras, rempah, kayu manis, kemenyan, emas. Sriwijaya adalah kerajaan Maritim yang mengandalkan perekonomiannya dari perdagangan laut. Sriwijaya membentuk AL yang kuat untuk menguasai lautan Nusantara.

Perkembangan agama                 :

       Kehidupannya sangat semarak. Sriwijaya menjadi pusat agama Budha Mahanaya di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Peninggalan                                              :

  1. Candi Muara Takus di dekat Sungai Kampar, Riau
  2. Arca Budha di Bukit Siguntang
  3. Wihara tempat suci Budha di Nagipattana pada 1006
  4. Biaro Bahal di Padang Lawas, Tapanuli Selatan

  1. KERAJAAN MATARAM KUNO

Letak                                                         : Medang dan di Poh Pitu

Sumber Sejarah                            :

  1. Prasasti Canggal è ditemukan 732 M, Raja Sanna telah digantikan oleh Sanjaya. Raja Sanjaya adalah putra Sanaha, saudara perempuan dari Sanna.
  2. Prasasti Kalasan è ditemukan di Kalasan 778 M, raja Panangkaran memberikan hadiah tanah, membangun candi untuk Dewi Tara dan biara untuk pendeta Budha.
  3. Prasasti Klura
  4. Prasasti Kedu (Balitung)
  5. Prasasti Sojomerto è ditemukan di Sojomerto, Batang disebut Dapunta Syailendra yang beragama Syiwa (Hindu). Dapunta Syailendra dari Sriwijaya menurunkan dinasti Syailendra yang berkuasa di Jateng. Dapunta Syailendra yang menurunkan Sanna, sebagai raja di Jawa.
  6. Prasasti Manty Asih
  7. Berita Cina

Raja                                                                       :

  1. Sanjaya : Pendiri Dinasti Sanjaya, Raja yang arif, adil, pengetahuan luas è 717-780 M
  2. Raja Rakai Panangkaran (Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkaran: Pendiri Dinasti Syailendra, setelah kekuasaan Panangkaran berakhir terjadi perpecahan
  3. Raja Pikatan è keluarga bersatu kembali karena menikah dengan Pramudawardani, putri samaratungga, 832 M. Setelah samaratungga wafat, anaknay Dewi Tara yaitu Balaputradewa menentang Pikatan. Balaputradewa membuat benteng pertahanan Candi Boko, dia terdesak dan melarikan diri ke Sriwijaya.
  4. Rakai Kayuwangi (Diah Lokapala) è Kehidupan agama berkembang pesat
  5. Raja Balitung è raja terbesar 898-911 M, julukannya Sri Maharaja Rakai Wafukura Dyah Balitung Sri Darmadya Mahasambu. Pendiri Candi Prambanan
  6. Daksa
  7. Tulodong
  8. Wawa
  9. Mpu Sendok è929 M, memindahkan ibukota Medang ke Daha (Jatim) mendirikan Dinasti Isyanawangsa

Peninggalan Syailendra (Hindu) :

  1. Candi Kompleks Pegunungan Dieng è Candi Bima, Puntadewa, Arjuna, Semar
  2. Candi Gedongsongo

Peninggalan yang menganut Budha       :

  1. Cansdi Ngawen
  2. Candi Mendut
  3. Candi Pawon
  4. Candi Borobudur è 824 M, oleh Samaratungga, Pramudawardani, Pikatan.

Kemunduran Mataram Kuno             :

adanya bencana alam dan ancaman Kerajaan Sriwijaya

Dinasti Isyana                                                       :

       Pertikaian keluarga terus berlangsung hingga PemerintahanMpu Sendok, lalu akibat pertentangan keluarga, letusan gunung berapi dan gempa. Ibukota kerajaan dipindah dari Medang ke Daha (Jatim) dan mendirikan dinasti baru yaitu Dinasti Isyanawangsa. Pusat pemerintahannya di Tamwlang, Jombang. Kekuasaanya : Jawa bagian timur, tengah dan Bali. Setelah Mpu Sendok meninggal, digantikan oleh Sri Isyanatunggawijaya yang kawin dengan Sri Lokapita, kemudian digantikan Makutawangsawardana, kemudian Dharmawangsa. Ia  menyadur kitab Mahabarata. Digantikan lagi Airlangga. Ia berkelana ke hutan dan mengalami agama dan menjadi pendeta Hindu-Budha. Setelah menjadi raja, Airlangga membantu Sriwijaya saat diserang Raja Colamandala. 1037 M, Airlangga menguasai Jatim, dan memindahkan ibukota kerajaan dari Daha ke Kahuripan. Pada 1042 M, Airlangga menjadi pertapa Resi Gentayu (Djatinindra), ia menyerahkan kepada Sangrama Wijaya Tungga Dewi, dia menolak, dan menjadi pertapa Resi Giriputri. Airlangga memerintahkan Mpu Bharada membagi 2 kerajaan yaitu Kediri dan Janggala. Kerajaan Janggala disebelah timur diberikan kepada Garasakan di Kahuripan dengan kekuasaan Surabaya-Pasuruan. Kerajaan Kediri diberikan kepada Samarawijaya di Daha, kekuasaannya Kediri dan Madiun.

       Kerajaan Kediri : Kerajaan pertama sistem administrasi hierarki. Ada 3 jenjang yaitu thani yang dipimpin duwan, siwaya, bhumi.

  1. KERAJAAN KEDIRI

Letak                                 : Daha, Kediri

Sumber Sejarah    :

  1. Prasasti Padlegan (1117 M)
  2. Prasasti Panumbangan
  3. Prasasti Ngantang (1135M) èPanjalu jayati : Panjalu menang atas Jenggala. Jayabaya yang mengatasi kekacauan di kerajaan. Jayabaya
  4. Prasasti Talan (1136 M)
  5. Prasasti Desa Jepun (1144 M)

 

Raja                        :

  1. Jayaswara
  2. Bameswara
  3. Jayabaya è Ramalan jayabaya / Jangka Jayabaya
  4. Sarweswara
  5. Aryeswara
  6. Gandra
  7. Kertajaya : Raja sombong

Bidang  politik                  :

   Awalnya perang saudara Samarawijaya di Panjalu dan Panji Garasakan di Jenggala. Pada 1052 M, mereka perang dan di menangkan oleh Garasakan. 1059 M, digantikan Samarotsaha, dan tidak diketahui kabarnya. Kemudian muncul lagi Kerajaan Panjalu dengan raja Jayawangsa. Kekacauan masih terjadi, 1135 M Jayabaya memadamkannya dan mengembangkan kerajaan.

Bidang sosial                                 :

Kehidupan kerajaan teratur dan rakyat hidup makmur

Bidang Ekonomi               :

     Mata pencahariannya adalah pertanian hasil padi.  Pelayaran dan perdagangannya berkembang dengan AL Kediri yang tangguh (Senopati Sarwajala). Barang yang dijual: emas, perak, gading, kayu, cendana, dan pinang. Rakyat membayar pajak kepada pemerintah.

Bidang kebudayaan         :

Perkembangan senu sastra dan pertunjukan wayang panji.

Sastra terkenal                  :

  1. Kitab Baratayuda : ditulis zaman Jayabaya, memberikan gambaran perang saudara antara Panjalu dan Jenggala. Digambarkan dengan pandawa dan kurawa.
  2. Kitab Kresnayana : ditulis Empu Triguna zaman Jayaswara, berisi perkawinan Kresna dan Dewi rukmini
  3. Kitab Smaradahana : ditulis Empu Darmaja zaman Raja Kameswari
  4. Kitab Lubdak : ditulis Empu Tanakung zaman Kameswara

Kemunduran                                :

 1222 M, diserang oleh Ken Arok, penguasa Tumapel

  1. KERAJAAN SINGHASARI

     Letak                                             : Malang, Jatim

Pendiri                                           : Ken Arok pada 1222 M

Raja                                               :

  1. Ken Arok (1222-1227 M) : Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dengan Keris Empu Gandring dan menggantikannya sebagai penguasa Tumapel, Tumapel adalah daerah bawahan kediri. Ken Arok menyerang Kediri dan menaklukan raja Kertajaya di Ganter, Malang. Seluruh wilayah Kediri dan Tumapel disatukan kemudian lahirlah Singhasari. Ken Arok mendapat julukan Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Pada 1227 M, ia dibunuh oleh Anusapati, anak Ken Dedes bersama Tunggul Ametung. Ia dikubur di Kagenengan. Ken Arok bersama Ken Umang mempunyai anak : Panji Tohjoyo, Panji Sudatu, Panji Wregola, Dewi Rambi. Bersama Ken Dedes mempunyai anak bernama Mahesa Wongateleng.
  2. Anusapati : Anusapati memerintah 21 tahun. Anusapati dibunuh oleh Tohjoyo karena tahu bahwa Anusapati yang membunuh Ken Arok. Anusapati dicandikan di candi Kidal. Anusapati meninggalkan anak bernama Ronggowuni.
  3. Tohjoyo (1248 M) : Tohjoyo dibantu Mahesa Cempaka mengirim pasukan Lembu Ampal menyerang Ronggowuni. Lembu Ampal berbalik memihak Ronggowuni dan Ronggowuni berhasil menduduki Singhasari. Tohjoyo meninggal di daerah Katang Lumbang.
  4. Ronggowuni (1248-1268 M) : bergelar Sri Jaya Wisnuwardana. Ia membangun benteng pertahanan Canggu Lor. Ia meninggal dan dicandikan sebagai Syiwa di Waleri dan sebagai Budha Amogapasa di Jajagu.
  5. Kertanegara (1268-1292) : bergelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara Ia berhasil menguasai Nusantara melalui ekspedisi Pamalayu. Dibawah pimpinan Kebo Anabrang.

Perkembangan Politik     :

Kertanegara membentuk badan pelaksana. Raja mengankat tim penasihat : Rakryan i Hino, i Sirikan, i Halu. Pejabat tinggi : Rakryan Mapatih, Demung, Kanuruhan, dan pegawai rendahan. Kertanegara juga melakukan penataan di lingkungnan pada pejabat untuk meciptakan stabilitas politik.

Perkembangan agama       :

 Agama Hindu dan Budha berjalan baik. Kertanegara penganut Tantrayana. Penguasa Kediri Jayakatwang  menyerbu istana Kertanegara saat melakukan upacara keagamaan. Kertanegara tewas dan dicandikan di Candi Jawi di Pandaan dan Candi Singosari di Singosari. Di Surabaya, ada sebuah arca Kertanegara / Joko Dolok

  1. KERAJAAN MAJAPAHIT

Raden Wijaya dibantu Arya Wiraraja membuka hutannya orang Trik. Desa Majapahit berasal dari buah Maja dan rasa pahit. Raden Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol melawan Jayakatwang. Setelah berhasil, ia berbalik menyerang pasukan mongol. Raden Wijaya mengalami pemberontakan yang dilakukan sahabatnya. Ia wafat dan digantikan Jayanegara. Ia raja yang kurang bijaksana dan suka bersenang-senang. Terjadi pemberontakan, terbahaya yaitu pemberontakan Kuti. Jayanegara menyingkir ke Desa Badander di bawah perlindungan pasukan bhayangkara Gajah Mada, gajah mada berhasil menyerang Kuti dan diangkat sebagai Patih Kahuripan (I319-1321) dan Patih Kediri (1322-1330). Masa Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddani adalah pembentuk kemegahan kerajaan. Ia berkuasa sampai 1350 samapi kematian ibunya, dan diteruskan Hayam Wuruk

Masa                                              : abad ke-14 dan 15.

Letak                                             : Mojokerto, Jatim

Daerah kekuasaan           :

Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, Kep. Nusa tenggara, Maluku, papua, Singapura, dan sebagian kep. Filipina

Pendiri                                           : Raden Wijaya

Raja                                  :

  1. Raden Wijaya
  2. Jayanegara
  3. Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddani
  4. Hayam Wuruk

Masa Keemasan               : Hayam Wuruk (Rajasanagara) (1350-1389 M)

Patih terkenal                   : Gajah Mada è Sumpah Palapa

Pujangga terkenal                        : Mpu Tantular

Bidang politik                   :

       Majapahit mengembangkan sistem pemerintahan yang teratur. Raja memegang kekuasaan tertinggi. Raja dibantu oleh Rakryan Mahamantri Katrini dan Dewan Pelaksana (Sang Panca Ring Wilwatika) : Rakryan Mahapatih, Tumenggng, Rakyan Demung, Rangga, Kanuruhab. Dewan pertimbangan : Batara Sapta Prabu. Untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan wibawa, dibentuk badan peradilan : Saptopapati, kitab hukum oleh Gajah Mada : Kitab Kutaramanawa.

       Kehidupan politik dan stabilitas politik terjamin, adanya kekuatan tentara AL yang kuat, sehingga perairan nasional diawasi.

Bidang Agama                  :

       Dibentuk badan untuk mengatur kehidupan beragama :

Dharmadyaksa, ada 2 :

  1. Dharmadyaksa ring kasaiwan, mengurusi agama Hindu (Syiwa)
  2. Dharmadyaksa ring kasogatan, mengurusi agama Budha.

Dibantu oleh pejabat keagamaan Sang Pamegat. Perkembangan agama sangat semarak. Agama Hindu Budha bersatu. Dikenal namanya Bhinneka Tunggal Ika.

Bidang Sosial Ekonomi                :

Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk, rakyat Majapahit hidup aman dan tentram. Lalu lintas perdagangan paling penting melalui sungai (bengawan Solo dan Brantas). Kegaiatan pertanuian dikembangkan, sawah dan ladang dikerjakan secukupnhya. Tanggul diperbaiki untuk mencegah banjir. Mereka menggunakan cetakan mata uang Gobang.

Bidang Sastra dan Budaya          :

Karya sastra yang sangat terkenal : Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca1365 M. Kitab penting adalah Sotasoma yang ditulis Empu Tantular yang memuat semboyan Bhinneka tunggal Ika. Empu Tantular juga menulis kitab Arjunawiwaha.

Bidang seni bangunan                 :

Candi Penataran, Candi Sawentar di Blitar, Candi Tigawangi, Candi Sutrawana di Pare, Kediri, dan candi Tikus di Trowulan

Penyebab Keruntuhan                :

Ketidakpuasan sebagian besar keluarga setelah turunnya hayam Wuruk, Perang paregrek, Semakin meluasnya pengaruh islam.

  1. KERAJAAN BULELENG DAN DINASTI WARMAWEDA DI BALI

Sejarah Bali, Bulelengg terkenal setelah periode kekuasaan majapahit. Di Bali, berkembang kerajaan seperti Gelgel, Klungkung, Buleleng. Buleleng sudah berkembang pada masa Kerajaan Dinasti Warmaweda dan menjadi salah satu daerah kekuasaannya.

Pendiri                                                       : I Gusti Ngurak Panji Sakti

Sumber Sejarah                            :          

  1. Berita Cina : Menurut berita Cina di sebelah timur Kerajaan kalingga ada daerah Po-li / dwa-pa-tan. Adat istiadatya sama dengan kebiasaan orang Kaling. Misal : menulisi daun lontar.
  2. Prasasti yang disimpan di Desa Sembiran 1065 M tentang perdagangan

Perkembangan ekonomi              :

       Buleleng menjadi pusat perdagangan karena letaknya di tepi pantai. Hasil pertanian yang di perdagangkan misalnya kapas, beras, asam, kemiri dan bawang yang dijual ke daerah seberang. Perdagangan ini berkembang pesat pada masa Dinasti Warmadewa yang diperintah Anak Wungsu. Sistem yang digunakan adalah barter dan ada yang sudah dengan uang seperti ma, su dan piling.

  1. KERAJAAN TULANG BAWANG

Letak                                                       : Lampung

Sumber Sejarah                         :

  1. Berita Cina : Berita tua Cian berkenaan dengan dareah Lampung pada abad 5 yaitu

Kitab Liu-sung-Shu, kitab masa kaisar Liu-Sung(420-479) yang mengemukakan pada 499 M ada kerajaan di Nusantara barat bernama P’u-huang mengirim utusan dan arang ke Cina. Hubungan diplomatik dan perdagangan terus berlangsung abad ke 5-6, seperti halnya 2 Kerajaan lain yaitu Ho-lo-tan dan kan-t’o-li.

Kitab T’ai-p’ing-huang-yu-chi ditulis 976-983 M, Kerajaan T’o-lang-p’p-huang yang oleh G. Ferrand disarankan   untuk  diidentifikasikan  dengan Tulang  Bawang  yang terletak di daerah pantai tenggara Pulau Sumatera, di selatan sungai Palembang   (Sungai  Musi). Lokasi P’o-huang  atau  “Bawang” itu dengan sebuah  nama  tempat bernama Bawang  (Umbul Bawang) yang sekarang  terletak  di daerah  Kabupaten Lampung Barat, yaitu di daerah  Kecamatan  Balik Bukit di sebelah utara  Liwah. Dekat dengan desa Bawang yaitu di desa Hanakau.

  1. KERAJAAN KOTA KAPUR

Letak                                         : Kota Kapur, Bangka

Peninggalan                              :

  1. Candi Hindu (Waisnawa), Arca Wisnu di Lembah Mekhing, Semenanjung Malaka dan Cibuaya, Jabar pada 5 dan 7 M
  2. Batu dari Kerajaan Sriwijaya 686 M
  3. Arca Wisnu dan Arca Durga Mahisasuramardhini

Dari peninggalan tersebut, terlihat kekuasaan di Pulau Bangka waktu itu bercorak Hindu Waisnawa seperti Kerajaan Tarumanegara. Benteng pertahanan berbentuk 2 tanggul sejajar, panjangnya 350 m dan 1200 m dengan ketinggian 2-3 m. Ditemukan pada 530-870 M. Benteng pertahanan tersebut yang telah dibangun sekitar pertengahan abad ke-6 tersebut agaknya telah berperan pula dalam menghadapi ekspansi  Sriwijaya ke  Pulau  Bangka  menjelang   akhir  abad   ke-7.  Penguasaan Pulau  Bangka  oleh  Sriwijaya ini ditandai  dengan dipancangkannya inskripsi Sriwijaya di Kota Kapur yang berangka tahun  608  Saka  (=686  Masehi),  yang  isinya mengidentifikasikan dikuasainya  wilayah ini oleh  Sriwijaya. Penguasaan Pulau Bangsa oleh Sriwijaya ini agaknya  berkaitan  dengan peranan Selat Bangsa sebagai  pintu  gerbang selatan  dari  jalur pelayaran  niaga  di Asia Tenggara pada waktu itu. Sejak dikuasainya Pulau Bangka oleh Sriwijaya pada  tahun  686  maka  berakhirlah  kekuasaan awal yang ada di Pulau Bangka.

Iklan

5 thoughts on “KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA

  1. It iis perfect time to make a few plans for tthe future and
    it’s time to be happy. I have learn this put upp and if I may I desire to suggest you some interesting things or advice.
    Maybe you could write next articles referring too this
    article. I want to read even more things about it!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s